Senin, 20 Januari 2020


Pileuleuyan, Nek...
Oleh: Lina Fera Herliana

Nek...
Terkenang wajahmu
Di keheningan malam
Nan Syahdu

Rindu tawa dan candamu
Menaburkan keceriaan

Nek...
Begitu besar cintamu
Memberi ketegaran jiwaku
Benih kasih dan sayang
Menancap di raga dan jiwa kami semua

Kini kau telah pergi
Menghadap Sang Illahi
Dalam kehidupan abadi
Semoga khusnul khotimah
Ada padamu 





Senin, 22 Juli 2019

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur Penulis panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi, yang telah memberikan kesempatan istimewa kepada Penulis, sehingga dapat menyelesaikan kumpulan karya penulis ini ke dalam sebuah buku.
Buku ini berisi kumpulan artikel yang dimuat di forum guru, di majalah Bandung Juara dan Antologi puisi karya teman-teman sewaktu kuliah di IKIP Bandung angkatan ’91. Dalam penyusunan buku  ini memperoleh bantuan dari berbagai pihak, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.     Suamiku, Dindin Toharudin, S.Pd, thank you atas pengertiannya dan supportnya ketika mendapati kesibukanku dalam menyusun naskah buku ini.
2.     IAnakku, Azka Meidina Hafidza, sungguh aku bersyukur dianugrahi seorang putri yang telah menginspirasi hidupku ‘tuk terus berkarya.
3.     Rasa terimakasih kepada keluarga, sahabat
Penulis menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan baik isi maupun susunannya. Semoga buku ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi penulis juga bagi para pembaca.

Bandung, Oktober 2017
Penulis




In Memoriam Ayah yang Sekarang Bersemayam di Sisi Tuhan

In Memoriam Ayah yang Sekarang Bersemayam di Sisi Tuhan
Oleh: LinaFeraHerliana, S.Pd

Selamat tinggal …
Wahai jiwa yang kini bersemayam dalam darahku
Wahai kenangan yang menghadirkan
Cinta dan kelembutan dalam keseharian

Ayah….
Kini engkau sebatas pandang
Kepergian mu adalah kesedihan
Ketiadaanmu adalah kehampaan
Ada yang diam diam hilang dalam kerinduan

Kini Ayah tlah bersemayam di sisi Tuhan
Kini kami harus melangkah tanpa panduanmu
Namun yakinlah bahwa apa yang kau berikan
Akan kami jadikan pegangan di setiap langkah
Menuju jalan kedamaian berbakti kepada kasih sayang

Berbahagialah Ayah….
Sebagaimana kami berbahagia
Menjadikan engkau sebagai panutan
Menjadikan kami dapat berjalan
Menuju harapan yang pernah kau katakan
Selamat jalan Ayah….
Semoga engkau husnul khotimah
AamiinYaaRabbal ‘Aalamiin


Drama dan minat siswa terhadap sastra


Drama dan Minat Siswa terhadap Sastra

“Kemampuan bersastra siswa masih rendah.Hal ini dibuktikan dengan masih sulitnya mereka mengapresiasi karya sastra.Kurang minatnya membaca karya sastra terkalahkan oleh bermain Facebook, game, menonton sinetron atau film”.

Dalam proses pembuatan drama sebetulnya bukanlah hal yang baru dalam pembelajaran sastra. Para siswa berdiskusi dalam menentukan topik, menulis naskah drama, menentukan siapa pemeran antagonis, protagonis, memilih kostum dan memadukan music dengan alur cerita.Motivasi siswa dalam berkarya, terutama karya sastra merupakan hal yang penting. Siswa akan mampu mengaplikasikan olahan imajinasi ke dalam bentuk tampilan drama. Siswa diharapkan mampu mengembangkan bakat, potensi, dan kreativitas dalam menulis, serta bermain peran.

            Peranan drama dalam peningkatan minat siswa terhadap karya sastra sangat besar.Bermain drama ternyata ampuh untuk meningkatkan minat siswa terhadap sastra.Melalui penyusunan naskah drama diharapkan siswa bisa berpikir kritis dalam menangkap segala fenomena yang terjadi di masyarakat. Proses bermain peran dapat pula memupuk solidaritas, kekompakan dan kerja sama, serta mampu mengasah empati di antara siswa. Bahkan dalam berdiskusi dan berlatih drama, sangat dimungkinkan terjadinya penularan perilaku positif antarsiswa, termasuk dalam hal peningkatan motivasi dan semangat meraih prestasi.

            Ada beberapa langkah yang dapat dilakuakan dalam proses pembelajaran drama. Sebagai langkah awal, siswa ditugaskan membuat naskah drama yang temanya ditentukan oleh mereka sendiri.Langkah berikutnya,setiap pertemuan,tampil satu kelompok untuk mementaskan pertunjukan drama.Pertunjukan mereka selain dinilai oleh guru,juga dinilai oleh teman-teman mereka.

             Langkah lain yang bisa dijadikan alternatif adalah mengumpulkan tugas dalam bentuk CD dan diputar di ruang multimedia.Kegiatan tersebut diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab,yang disaksikan juga oleh guru.Hal ini melatih siswa menyukai sastra dan menambah kecintaan anak didik terhadap mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia.Siswa betul-betul menemukan sesuatu berdasarkan pengamatan yang dialami sendiri.Guru hanya berperan sebagai fasilitator,penguatan materi dan pembenahan.
Siswa dengan penampilan terbaik diberi penghargaan.Hal ini dimaksudkan agar siswa bersemangat untuk lebih baik dalam berkarya.

            Melalui kegiatan pementasan drama,siswa memperoleh pengalaman:
1.Membangu rasa percaya diri.Mereka merasa lebih berhasil dalam hidup dan bergembira dalam waktu yang bersamaan.

2.Menciptakan hubungan yang lebih akrab dengan sesama teman-teman

3.Belajar mengendalikan diri dalam menghadapi perbedaan,misalnya tentang penentuan tema yang akan disampaikan kepada penonton.

4.Memiliki daya kreatif dan kritis dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

5.Memiliki mental yang kuat dalam menghadapi hidup.

6.Merasa senang ketika belajar.

7.Memiliki sikap toleransi dan bersemangat,untuk terus berjuang melalui pengungkapan ide cerita dalam drama.

8.Mengubah perilaku seni yang sebelumnya hanya sebagai penikmat atau penonton,sekarang jadi pelaku langsung.Hal ini memunculkan kepuasan tersendiri.

9.Meningkatkan kecerdasan berfikir dalam menuangkan ide kreatifnya.Mudah-mudahan usaha yang sederhana ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan minat sastra siswa khususnya,maupun pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya.

belajar bahasa indonesia yang menyenangkan


Belajar Bahasa Indonesia yang Menyenangkan

“Selama ini, banyak siswa di sekolah yang menganggap pelajaran bahasa dan sastra Indonesia membosankan dan tidak menarik”.
Salah satu penyebabnya adalah guru – guru yang belum kreativitasnya untuk menciptakan dan memanfaatkan bahan ajar.Siswa cenderung dijadikan sebagai objek pembelajaran dan guru sebagai subjeknya, serta guru yang kurang menyukai sastra.
Berikut adalah beberapa upaya penggalian potensi siswa dalam mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia.

1.      Mengadakan lomba mading tingkat SMP se-Bandung Raya yang dimaksudkan untuk meningkatkan kreativitas seni, khususnya apresiasi sastra.
2.      Membimbing siswa mengikuti berbagai perlombaan yang berhubungan dengan mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Dari hasil perlombaan, siswa lebih mandalami sastra dan lebih menambah rasa percaya diri mereka untuk tampil di depan umum
3.      Membawa siswa ke ruang multimedia. Guru dapat mengakses dan mengolah informasi dari media elektronik dalam bentuk powerpoint dengan tambahan animasi. Kemudian menerapkannya dalam proses pembelajaran. Selain itu, dalam kegiatan pembelajaran, diberikan tugas kelompok dengan pokok bahasan tertentu yang sesuai dengan silabus. Setiap pertemuan, tampil satu kelompok untuk mempresentasikan laporannya. Aktivitas siswa di kelas tampak sangat dominan. Mereka menyampaikan melalui perangkat multimedia proyektor (MMP) sehingga tertampang uraian materi yang lengkap diselingi dengan gambar – gambar dan suara.

4.      Siswa ditugaskan untuk membuat naskah drama yang temanya ditentukan oleh mereka sendiri. Setiap pertemuan, tampil satu kelompok untuk mementaskan pertunjukkan drama. Pertunjukkan mereka selain dinilai oleh guru bahasa Indonesia, juga dinilai oleh teman – teman mereka.
Ada juga diantara mereka yang mengumpulkan tugas dalam bentuk CD (cakram padat) dan diputar di ruang multimedia. Kegiatan tersebut diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab yang disaksikan oleh guru bahasa Indonesia dan Kepala Sekolah. Hal ini melatih siswa menyukai sastra dan menambah kecintaan dan menambah kecintaan anak didik terhadap mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia.Disini betul – betul siswalah yang aktif menemukan sesuatu berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan untuk mencari penguat materi dengan cara membenahi atau menjelaskan kekurangan yang diperoleh siswa.

5.      Menonton pertunjukkan bernuansa sastra. Di akhir pertunjukkan, bias dilakukan Tanya jawab langsung dengan sutradara. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menambah kecintaan para siswa dalam mengapresiasi suatu pertunjukkan.
6.      Selain dalam kelas, guru juga bekerja sama dengan OSIS, mengadakan kegiatan yang meningkatkan apresiasi sastra, misalnya acara perpisahan, serta pembacaan puisi dan musikalisasi puisi pada hari – hari besar agama.

7.      Menugaskan para siswa mencari puisi karya penyair karya terkenal, lalu mereka mengubah menjadi lirik lagu yang diiringi musik. Kegiatan ini dikenal dengan nama musikalisasi puisi.
Kegiatan ini  menjadi proses pembelajaran berkembang menjadi sangat menarik, meskipun hanya dengan menggunakan media dari barang bekas.
8.      Siswa ditugaskan membaca cerpen yang sudah ditentukan. Cerpen disajikan sebagian. Siswa kemudian disuruh melanjutkan cerpen sesuai dengan keinginan imajinasi mereka. Sambil menulis lanjutan isi cerpen, diperdengarkan alunan klasik implora. Kemudian guru mempersilahkan siswa untuk meneruskan isi cerpen yang dibacakan di depan kelas. Teman – teman yang lain memberi komentar. Kegiatan ini melatih daya imajinasi kita.

Metode tersebut dapat meningkatkan kemampuam belajar siswa.Bentuk – bentuk pembelajaran lebih bervariasi. Dengan demikian, anggapan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia tidak membosankan dan tidak menarik, lama – kelamaan akan terkikis

mengajar juga berbisnis


Mengajarjugaberbisnis

Oleh: LinaFeraHerliana, S.Pd

            Bukan hal mudah menjalani dua pekerjaan sekaligus. apalagi di bidang yang dilakoni itu tidak berhubungan satu sama lain. Dari dulu hingga sekarang dilakukan Lina Fera Herliana(44), kelahiran Bandung, 27 Febuari 1972,Lina Fera Herliana juga melakoni dunia bisnis di bidang twear. Halini berawal dari hobby mengumpulkan twear.

            Diakui Lina Fera, kegiatan bisnis tidak terlepas dari kegiatan kedua orang tua yang dulu tujuan di dunia bisnis. alhamdulilah,dari kegiatan bisnis ugamen dapat dukungan dari suami tercinta. Mulanya suami khawatir terhadap kesibukan saya,takut tenaga dari pikiran terforsir. Tapi saya berusaha dengan tekun dan gigih sehingga saya mendapat hadiah motor.alhamdulilah,dari kegiatan berbisnis twear telah banyak mendapat hadiah yang bagus bagus danunik.

            Saya sangat bersyukur pada Allah swt yang telah menganugrahi kepada saya suami yang senantiasa memberi kandukungan terhadap profesi dan kegiatan berbisnis saya. meskipun berbisnis twear tidak memiliki korelasi secara langsung, pada kenyataannya saya mendapatkan sejumlah manfaat antara keduanya. terbiasa berbicara karena profesi saya sebagai guru, jelas memberinya modal bias mempromosikan berbagai barang yang baru.
            Bagi saya,menjalankan kegiatan bisnis berbarengan dengan pengabdian mencerdask ananak bangsa memberi banyak pengalaman dan hikmah sendiri.”saya semakin belajar untuk memahami karakter orang.”tidak ada kendala berarti sebenarnya. saya hanya bias berusaha dan bekerja di sertai doa untuk mencapai impian yang di inginkan. 

membentengi anak dari bahaya negatif internet


Membenteni anak dari Pengaruh Buruk Internet dan Perilaku Sosial yang menyimpang

Oleh: LinaFeraHerliana, S.Pd

            Internet ibaratduasisimatapisau, banyak sekali efek positif nya namun dampak negatifnya pun tak kalah banyak.Lewat internet  anak-anak kita belajar lebih cepat, tanpa batas, lintasruangmaupunwaktu. Tapi sering kali kita tidak sadarakan bahaya juga mengintai anak-anak kita lewat internet, mulai dari cyber bully (dimedsos), ancaman penculikan/kekerasan, hingga terpapar pornografi dan perilaku menyimpang.
            Orang tua memperkenalkan teknologi sejak dini untuk meminimalisir dampak buruk dari lingkungan luar sehingga mendorong anak bermain di rumah. Orang tua memperkenalkan teknologi sejak dini untuk membantunya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Paparan ini merupakan salah isi acara seminar pendidikan akhir zaman  yang digelarSabtu (8/04) d Gedung  Eureka penerbit Erlangga, Soekarno- Hatta No. 558 Bandung.
            Penulis sempat mengamati betapa besar antuasias mepara guru terhadap masalahini. Kegiatan ini merupakan penawar dahaga untuk guru terhadap dilema yang dialami di lapangan. Selama ini, guru suka memberikan tugas kepada para siswa. Hal ini dimaksudkan untuk melatih kemampuan berpikir siswa. Para siswa dalam mengerjakan tugasnya mereka menggunakan fasilitas internet. Namun, kita sebagai orangtua dan guru harus waspada bahwa ada dampak negatif internet terhadap perkembangan anak, diantaranya:
11)    Dampak pada perkembangan fisikà internet banyak mengurangi aktivitas gerak
22)    Dampak pada perkembangan emosi dan social àhilangnya privacy: remaja banyak cenderung mencantumkan identitas real dalam jejaring sosial
33)    Cyber bully: banyak terjadi kasus perkelahian yang dimulai dari komentar atau status yang dianggap ejekan.
44)    Dampak pada perkembangan intelegensiàanak-anak yang menggunakan teknologi internet berlebih anak  memiliki kecenderungan untuk mengalami hambatan dalam rentang perhatian.  (lody Susan Greenfield)
Disamping dampak negatif, ada juga kegunaan internet, diantaranya:
1) Internet sebagai media komunikasi
2) Media pertukaran data
3) Media untukmencariinformasiatau data
4) Fungsikomunitas.
Bagaimana mendidik dan membentengi anak daripengaruh negative internet?
-         Keluarga adalah pendidikan pertama bagi anak
-         Guru dan orang tua berperan dalam merangsang potensi agar berkembang maksimal.
            Dari uraian di atas, tampak bahwa tugas menjadi pendidik dan pengajar pada zaman sekarang tidak mudah. Namun, kita sebagai pengajar sekaligus pendidik tetap harus optimis untuk mewujudkan siswa yang cerdas, tangguh, dan saleh, dengan terus bersemangat dan ikhlas dalam mendidik mereka, juga dibarengi doa. Selanjutnya ,seorang guru  dituntut untuk bisa memahami perilaku siswanya yang sangat beragam.