Drama
dan Minat Siswa terhadap Sastra
“Kemampuan
bersastra siswa masih rendah.Hal ini dibuktikan dengan masih sulitnya mereka
mengapresiasi karya sastra.Kurang minatnya membaca karya sastra terkalahkan
oleh bermain Facebook, game, menonton sinetron atau film”.
Dalam
proses pembuatan drama sebetulnya bukanlah hal yang baru dalam pembelajaran
sastra. Para siswa berdiskusi dalam menentukan topik, menulis naskah drama, menentukan
siapa pemeran antagonis, protagonis, memilih kostum dan memadukan music dengan
alur cerita.Motivasi siswa dalam berkarya, terutama karya sastra merupakan hal
yang penting. Siswa akan mampu mengaplikasikan olahan imajinasi ke dalam bentuk
tampilan drama. Siswa diharapkan mampu mengembangkan bakat, potensi, dan
kreativitas dalam menulis, serta bermain peran.
Peranan drama dalam peningkatan
minat siswa terhadap karya sastra sangat besar.Bermain drama ternyata ampuh
untuk meningkatkan minat siswa terhadap sastra.Melalui penyusunan naskah drama
diharapkan siswa bisa berpikir kritis dalam menangkap segala fenomena yang
terjadi di masyarakat. Proses bermain peran dapat pula memupuk solidaritas,
kekompakan dan kerja sama, serta mampu mengasah empati di antara siswa. Bahkan
dalam berdiskusi dan berlatih drama, sangat dimungkinkan terjadinya penularan
perilaku positif antarsiswa, termasuk dalam hal peningkatan motivasi dan
semangat meraih prestasi.
Ada beberapa langkah yang dapat
dilakuakan dalam proses pembelajaran drama. Sebagai langkah awal, siswa
ditugaskan membuat naskah drama yang temanya ditentukan oleh mereka
sendiri.Langkah berikutnya,setiap pertemuan,tampil satu kelompok untuk
mementaskan pertunjukan drama.Pertunjukan mereka selain dinilai oleh guru,juga
dinilai oleh teman-teman mereka.
Langkah lain yang bisa dijadikan
alternatif adalah mengumpulkan tugas dalam bentuk CD dan diputar di ruang
multimedia.Kegiatan tersebut diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab,yang
disaksikan juga oleh guru.Hal ini melatih siswa menyukai sastra dan menambah
kecintaan anak didik terhadap mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia.Siswa
betul-betul menemukan sesuatu berdasarkan pengamatan yang dialami sendiri.Guru
hanya berperan sebagai fasilitator,penguatan materi dan pembenahan.
Siswa
dengan penampilan terbaik diberi penghargaan.Hal ini dimaksudkan agar siswa
bersemangat untuk lebih baik dalam berkarya.
Melalui kegiatan pementasan
drama,siswa memperoleh pengalaman:
1.Membangu
rasa percaya diri.Mereka merasa lebih berhasil dalam hidup dan bergembira dalam
waktu yang bersamaan.
2.Menciptakan
hubungan yang lebih akrab dengan sesama teman-teman
3.Belajar
mengendalikan diri dalam menghadapi perbedaan,misalnya tentang penentuan tema
yang akan disampaikan kepada penonton.
4.Memiliki
daya kreatif dan kritis dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
5.Memiliki
mental yang kuat dalam menghadapi hidup.
6.Merasa
senang ketika belajar.
7.Memiliki
sikap toleransi dan bersemangat,untuk terus berjuang melalui pengungkapan ide
cerita dalam drama.
8.Mengubah
perilaku seni yang sebelumnya hanya sebagai penikmat atau penonton,sekarang
jadi pelaku langsung.Hal ini memunculkan kepuasan tersendiri.
9.Meningkatkan
kecerdasan berfikir dalam menuangkan ide kreatifnya.Mudah-mudahan usaha yang
sederhana ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan minat sastra siswa
khususnya,maupun pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya.